Minggu, 28 Januari 2018

Akhirnya hari yang ditunggu tiba juga, setelah keseringan bolak-balik lihat laman Air BnB Bubble Hotel Bali, saya dan suami akhirnya memutuskan untuk mencoba pengalaman menginap di Bubble Hotel Bali. Awalnya iseng cari penginapan murah di Bali, in case someday bakal melancong kesana lagi dan ketika menemukan hotel ini dengan review yang bagus-bagus (rata-rata turis mancanegara sih yang review) akhirnya kami fix melancong ke Bali.


Bubble Hotel ini lokasi nya dirahasiakan dan akan diinfokan saat kita sudah fix akan menginap disana, walaupun begitu, kalau kita search di Instagram, orang-orang yang tag bubble hotel, biasanya tag Nyang-Nyang Beach juga, jadi menurut saya lokasinya ga serahasia itu.

Setelah booking hotel ini, dimulailah rasa penasaran lebih dalam, karena sudah bayar kan, jadi ya cari alasan bagus buat nenangin hati sudah menginap di hotel yang tepat. Kalau kita lihat sekilas di deskripsi AirBnB, penjelasannya indah banget dan emang indah banget. Lokasinya tepat depan pantai yang sepi dan bagus, ada kata-kata perjalanan dari meeting point ke lokasi bubble 20-30 menit (CMIIW) terbaca sepele oleh saya. Lalu setelah browsing ke Youtube, saya menemukan dua orang Indonesia yang punya penilaiannya sendiri, ada yang merasa iya pantainya indah, tapi perjalanan 20-30 menitnya itu lho capek luar biasa sampai buat si youtuber ini sakit, lalu ada juga yang menyerah dan check out dimalam hari karena merasa tempatnya ga private, ada beberapa warga setempat yang lewat. Dan yang Check out ini memang menginap disitu berdua dan cewek semua.




Hasil browsing-browsing itu disampaikan ke suami dan dia santai banget cuma bilang “mau pindah aja nih kita?”, saya sih meringis aja, karena kalau dibatalin uangnya udah ga bisa di refund.

Oke, akhirnya kami berangkat ke Bubble Hotel ^^

Kami tiba di meeting point pukul 15.00 sore, karena jam check in yang tertera jam segitu. Setelah bla-bla alias numpang toilet, titip barang besar-besar dan lain-lain, kami mulai turun tebing sekitar setengah jam kemudian. Kalau kamu bawa koper, ga perlu khawatir karena ada tempat penitipan barang yang aman, kalau kamu bawa motor dan mobil, ga usah khawatir karena ada parkir tersedia, lokasinya juga bisa dipandu dengan Google Maps dengan mudah. Kamu harus khawatir kalau naik Grab atau Gocar, karena harus mikirin pulangnya gimana, saya ga yakin Grab gampang ditemukan disana. Tapi pihak untungnya Bubble hotel ini menyediakan antar jemput kok buat para tamunya, walaupun menurut saya lumayan mahal sih.

Oke lanjut. Kami akhirnya melakukan “perjalanan 20-30 menit” seperti di deskripsi AirBnb. And you know what, itu capek banget. Si Ibu yang menyambut kami di meeting point cuma anter sampai depan jalan, lalu kita disuruh ngikuti batu putih, walaupun itu sebenarnya bukan batu putih, tapi batu bercat putih. Ya kalau kalian biasa naik gunung, mungkin ga berat lah ya, cuma kalo kalian jarang olah raga, fix pasti berat dan capek. Sampai di depan pantaipun kami harus berjibaku dengan indahnya pasir dikaki kami yang membuat sulit melangkah.




Tapi selepas itu semua, pemandangan yang ditawarkan bubble hotel oke bangeeeet… Laut lepas, bersih, pasir pantai putih, tebing-tebing, dan bonus sapi-sapi bali bahagia yang ga perlu dikhawatirkan, karena bahagianya mereka takut sama manusia. Dibeberapa ulasan tamu di youtube cerita kalau ada banyak monyet, untungnya kemarin ga ketemu satupun.

Bubble yang dipersiapkan untuk kami adalah bubble paling kecil dan paling ujung, si ibu yang diatas bilang “itu paling private” ya iyalah, wong paling ujung, paling capek deh jalannya. Selain ibu ditempat meeting point, kami juga disambut oleh mas-mas baik hati yang mengantarkan kami ke bubble dan menjelaskan tentang hotel ini dan juga cara pakai bubble room.

Setiap bubble hotel memiliki :
1. Bubble room (yaiyalah) yang dilengkapi kasur, lampu, AC Portable, aliran listrik (jadi kamu tetap bisa isi baterai hape, walau sinyalnya susah juga sih)
2. Kursi santai menghadap laut, ini wow banget guys
3. Ayunan, ini sialnya kami dapat tempat yang ayunannya ga menghadap mana-mana, ditengah pohon-pohon.
4. Handuk, tisu, sabun dan sampo tersedia, tetapi sayangnya sabunnya tinggal sedikit, jadi saran saya tetap bawa sabun sendiri ya.



Toilet dan Kamar Mandi
Ini adalah hal yang paling banyak ditanyakan teman-teman saya ketika mendengar rencana saya menginap di bubble hotel. Kamar mandinya menyatu dong dengan alam terbuka, jadi tak bertembok dan tak beratap. Tapi tentunya tidak ada yang perlu ditakutkan ya, semua nyaman (untuk saya tetap nyaman), aliran toiletnya bagus, jadi kalau ada urusan pagi-pagi yang harus diselesaikan, ga perlu khawatir air macet yaaa…^^. Dideskripsi yang kami baca akses air yang disediakan adalah salt water alias air asin, jadi surprise banget pas saya abis main dari pantai, buka keran shower airnya dingin dan bukan air laut, bukan air payau juga, bukan air pam juga rasanya, entahlah ya itu air apa, yang jelas cukup menyegarkan buat abis lengket-lengketan di pantai.



Lunch, Dinner dan Breakfast.
Mereka menyediakan semuanya, bahkan mereka menyediakan api unggun, bbq, lilin romantis dll. Kami sebagai pelancong bahagia dengan budget terbatas, tentu berfikir cara yang tepat menghabiskan uang, akhirnya kami putuskan untuk makan siang sebelum sampai ke bubble hotel, lalu kami pesan paket yang isinya bbq (beef, marsmello, sayuran, jagung dll) api unggun, dan lemonade untuk paket makan malam. Kami juga membeli sosis kanzler untuk acara bbq-an karena sangat yakin menunya ga bakal bikin kenyang ^^. Untuk makan pagi, kami sudah beli roti sobek, jadi tidak perlu pesan ke hotel.

Review Harga
Kalau ditanya harga bubble hotel ini mahal atau enggak, buat saya dan suami harganya standarlah, tidak bisa dibilang mahal karena kita disuguhkan pemandangan luar biasa dari pantai depan kita, kapan lagi kita bisa main dipantai romantic berduaan kejar-kejaran sama ombak dengan harga dibawah sejuta semalem, selain itu bagi suami saya, tidur dengan memandang langit langsung itu menyenangkan, buat saya sih enggak, karena takut ada yang melayang-layang diatas langit, hehe.
Tapi untuk paket pelengkap, mereka menyediakan banyak sekali pilihan dan harga. Nah, kalau paket pelengkap ini menurut saya cukup mahal, tapi cukup dimaklumilah, karena staffnya harus naik turun bukit berbatu buat nyiapin paket-paket ini. Menurut saya BBQ-an dipantai itu pengalaman menarik, kalian bisa coba pakai paket BBQ kalau menginap di bubble hotel. Tapi saya tidak menyarankan api unggun, kenapa? Karena buat saya, sampai disana saja sudah capek, main dipantai, mandi lalu makan, hawanya pengen cepetan menikmati tidur di bubble lihat bintang (kalo ada), dan kemarin kita ga sempat nyalain api unggun yang dipesan karena capek dan ga menarik, selain itu butuh effort buat bersihin badan dari pantai, kena asep api unggun itu adalah PR. Tapi saya rasa akan menarik kalau pas rame-rame sama temen ke bubble pakai api unggun, well silahkan dipertimbangkan deh ya.



Tips buat menginap di bubble hotel
1.  Bubble hotel ini harus menempuh perjalanan menuruni bukit berbatu selama kurang lebih setengah jam, untuk total check in dan check out berati kamu harus naik dan turun bukit-berbatu… Jadi, pastikan fisik kalian baik.
2. Pesan BBQ buat dinner is good choice, tambahin bekel sosis atau makanan lain dari luar ya, ga ada warung disana. Bawa juga cemilan ya.
3. Bawa sabun dan sampo sendiri, penting
4. Semalam aja saya rasa cukup, karena walaupun menyenangkan, tempat ini isinya hanya pantai, ga ada warung, ga ada yang jual es kelapa muda (Walau mungkin bisa pesen)
5. Pastikan kamu ga menginap di musim hujan, walau menyenangkan, di bubble hotel saat hujan itu repot guys, apalagi kalau kamu beser, harus jalan ke toilet-alam-terbuka
6. Kalau ada budgetnya, saya sarankan untuk memilih bubble yang lebih besar, minimal medium. Karena pertimbangan hanya berdua saja, saya dan suami memilih bubble yang kecil, ternyata tempatnya sempit baik bubble-nya maupun lokasi lapanganan bubble di tempatkan, kalau yang medium atau large, tempatnya lebih lega dan lebih nyaman.

Final Review : Walau repot dan capek banget kesana, tapi menginap di bubble hotel adalah pengalaman yang setidaknya harus dilakukan sekali dalam seumur hidup lho ^^




2 komentar:

  1. Mba, gimana caranya booking? Hub siapa? Dan kalo malem amankah? Ada penjaga hotelnya ga?

    BalasHapus
  2. Wah info yang sangat menarik, jika ada yang ingin membuat kolam renang di daerah Bali. Silahkan hubungi kami yah
    Langsung klik >> Jasa Pembuatan Kolam Renang di Bali

    BalasHapus