Jumat, 16 Agustus 2019


Setelah sukses dengan perjalanan indah mengejar milkyway di Desa Waerebo Mei 2018 lalu. Rasanya bikin otak ketagihan, saya jadi terus-terusan mikir terus pergi kemana enaknya supaya bisa lihat milkyway lagi. Sampai akhirnya berujung pada tergoda dengan rute baru Air asia ke Lombok cuma 600an ribu sekali jalan.Tujuannya? Kemana lagi kalau bukan rinjani. Tempat yang udah diimpikan dari jaman turun gunung cikuray 2013 lalu.

Jadi perlu digaris bawahi, apakah saya pendaki?

Nope

Sangat bukan, saya pernah naik Cikuray saja, sekali, dan itu juga tidak dengan gagahnya, tapi dengan lambat, capek bukan main dan gagal untuk menuju tempat camping di pos 6 dihari pertama dan terpaksa nge camp di pos 5 1/2. Itu saya ketika usia 23 tahun, kebayanglah ya... 6 tahun kemudian, pasti staminanya lebih parah lagi.

Tapi keinginan untuk mengunjungi rinjani ini begitu kuatnya.

Sampai akhirnya diputuskan, kita private trip aja. Supaya tidak perlu merepotkan banyak orang di open trip (yang pasti pacenya macem-macem, sedangkan saya pace-nya pelan banget) dan selain itu mencari temen yang bisa dan mau juga cukup sulit, 

Pemilihan trip pun dimulai.
Untuk kalian saya ada dua referEnsi yang saya cari infonya,
1. Rinjanitrek http://rinjanitreks.com/ 
2. instagram @suga_milan.
Keduanya tanggap dan cepat dalam menjawab pertanyaan kita, tapi karena kita harus pilih salah satu, akhirnya saya pilih @suga_milan ini. Untuk harga lebih murah di rinjanitreks.com, lalu kenapa pilih @suga_milan? ya feeling aja sih. tau-tau bilang yes aja.




Apa isi Private Trip dan Berapa biaya yang dikeluarkan?



Opan (Porter), Abu (Guide), Saya, Himawan, Iyan, Sora
Biaya yang dikeluarkan cukup banyak mengingat kami private trip hanya untuk dua orang saja (bisa ditanya langsung biayanya ke kontak diatas) akan lebih murah kalau lebih banyak pesertanya.

Apa saja yang di dapat? hampir semua nya, kami hanya membawa perlengkapan pribadi dan sleeping bag. Saya termasuk yang setuju kalau sleeping bag itu barang pribadi. 

Kami hanya berdua, tapi ditemani oleh tiga porter dan satu guide. GOOD GUIDE... oh no, I believe he was the best guide in Rinjani. 

Perjalanan 3 hari 2 malam, menginap ke Plawangan Sembalun tanpa naik ke puncak
Makan 3x sehari dan dapat snack juga.

Perjalanan private trip dimulai dengan dijemputnya kita di Bandara Lombok dengan mobil innova dan kita diajak makan nasi puyung khas Lombok. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sembalun yang ditempuh sekitar 3 jam. Sepanjang perjalanan Mas Agus yang menjemput kami menceritakan banyak hal tentang Lombok, tradisi dan macam-macam kebiasaan orang Lombok, kami yang lelah bukan main karena kerjaan hari sebelumnya jadi lupa untuk tidur sangking serunya mendengarkan cerita dia.




Penginapan Rinjani Hills di Desa Sembalun























Sampai di desa Sembalun, kami kaget, karena desanya cukup luas dan jalan menuju kesana bikin deg-degan, bukan karena jelek tapi karena naik turunnya ekstrim. Diluar dugaan desa Sembalun saja sudah indah lho. Apalagi rinjani nanti.

Kami diajak menginap di rinjani hills dan rinjani hills ini viewnya langsung puncak rinjani. Penginapan ini juga bagus dan bersih, jadi cocok buat istirahat full sebelum menerjang medan rinjani.

Malamnya kita dapat makan di kafe sekitar penginapan,
Desa Sembalun ini sepi banget, padahal kita keluar sekitar jam 7 malam, ternyata efek gempa bumi tahun sebelumnya membuat wisatawan turun drastis. Menurut cerita, Desa Sembalun sebelum gempa sangat ramai dan sulit mendapat penginapan. Tapi ini sepi sekali, beberapa tempat tutup juga. 

Keesokan harinya kita mulai perjalanan ke rinjani, saya akan tulis di next post.



0 komentar:

Posting Komentar