Minggu, 28 September 2014

Anda penggemar drama korea? Pasti tahu judul drama diatas itu, anda bukan penggemar drama korea? Maka baca tulisan ini hingga akhir J


Lama tidak menulis di blog ini, tapi menonton drama its okay thats love membuat tangan ini gatal untuk share bagaimana drama ini membuat saya terkesima. Para senias drama korea lagi-lagi membuat saya terpukau dengan karyanya, setelah akting Park Yochun di 3days yang tidak kalah dengan aksi para artis hollywood, juga akting gokil Lee Jong Suk di Doctor Stranger, kali ini Jo in sung muncul dalam Gwencana Sarangia atau Its okay thats love. Bukan sekedar drama percintaan biasa. Itu juga yang membuat setiap drama korea berbeda dengan drama drama milik negara kita. Kisah yang mereka sajikan bukanlah kisah I-Love-you-and-i-am-going-die-without-you, bukan pula kisah rebutan cinta buta. 




Drama ini bercerita tentang komedi romantis antara seorang psikiater rumah sakit jiwa dengan seorang penulis novel misteri. Latar belakang pemilihan tokoh saja sudah sangat unik, saya tidak pernah menonton atau membaca kisah komedi dari seorang penulis novel misteri, apalagi seorang dokter rumah sakit jiwa, tapi begitulah drama ini dibuat, oleh Noh Hyee Kyung, sang penulis skenario. Ia ingin menunjukan bahwa penyakit jiwa itu adalah penyakit yang umum, yang bisa terjadi pada siapa saja tanpa disadari oleh penderita.

Kisah Schizofernia dialami oleh Jae Yeol, seorang DJ radio sekaligus pengarang novel misteri. Dalam kehidupannya, ia ditemani oleh teman khayalannya Kang Woo. Drama ini spontan mengingatkan saya pada film Beautiful Mind tahun 2001. Seorang peraih nobel fisika yang memiliki teman khayalan hingga bertahun-tahun. Kita juga mungkin sering berhayal, tapi penderita schizofernia tidak bisa membedakan mana halusinasi dan mana yang nyata.
Jae Yeol berusaha memperkenalkan Kang Woo pada gadis yang disukai Kang Woo. Tapi gadis yang dimaksud hanya melihat Jae Yeol heran, karena ia sama sekali tidak melihat orang disamping Jae Yeol.

Diceritakan bahwa kang woo merupakan karakter yang diciptakan jae Yeol karena rasa bersalahnya ketika dia kecil, rasa bersalah yang menyebabkan trauma hingga dia dewasa. Selama tiga tahun, Jae Yeol tidak sadar bahwa Kang Woo adalah halusinasinya. Sang kekasih, Hae Soo dan timnya berusaha untuk menyembuhkan penyakit Schizofernia Jae Yeol. Kesulitan-kesulitan mulai terlihat disini, karena Jae Yeol sulit mengakui kalau Kang Woo adalah halusinasinya, ia merasa Kang Woo sangat nyata dan telah menemaninya selama tiga tahun, walau kenyataannya tak ada yang pernah melihat Kang Woo selain dirinya.
Jae Yeol yang mulai melakukan pengobatan di Rumah Sakit tetapi tetap tidak bisa mengakui bahwa Kang Woo adalah halusinasinya, ia tetap melihat Kang Woo adalah sosok yang nyata.


Semua karakter disini bersinergi dengan baik. Bagaimana Hae Soo, seorang dokter kejiwaan mengangani pasiennya digambarkan sangat baik oleh Noh. Noh juga melihat menceritakan kode etik kedokteran yang tidak memperbolehkan dokter menangani pasien yang memiliki hubungan dengannya.

Drama ini memiliki 16 episode,

Dan bila drama ini adalah film layar lebar, maka penggambarannya tidak akan bisa sedetail drama 16 episode. Menonton film ini membuat saya membayangkan bagaimana tim yang hebat yang bekerja untuk drama ini. Noh, pastinya harus benar-benar menggali tentang kedokteran jiwa untuk mendapatkan setiap gambaran detail kasus yang dihadapi oleh karakter Hae Soo. Dan audio visual yang ditampilkan benar-benar sangat menghibur, drama ini juga memiliki soundtrack yang enak didengar. Dan tentu saja, sang masterpiece drama romantis, Gong Hyo Jin. I already become your fan when i saw you at The Master Sun. Siapapun yang menonton Master Sun sulit untuk tidak jatuh cinta pada Wanita tiga puluh tahunan ini. Mungkin banyak artis korea yang cantik, tapi muka yang tidak membosankan untuk saya adalah Gong Hyo Jin dan Song Ji hyo. Peran Jae Yeol dimainkan dengan apik oleh Jo in Sung, saya hanya tahu dia main bersama Song Ji Hyo di Frozen, ini drama pertama Jo In Sung yang  saya tonton. Dan definitly love his acting, saya rasa dia memiliki kepercayaan diri yang terlalu natural. Chemistry? Jangan ditanya, Gong Hyo Jin dan Jo In Sung benar-benar membuat kita ingin jatuh cinta lagi. Saya yakin baik sutradara maupun penulis skenario merasa beruntung mendapatkan mereka.

Gong Hyo Jin dan Jo In Sung. Chemistry mereka membuat drama ini terasa hidup


Cameo?

Yey, maybe one the reason why i should watch this drama, its because of you Lee Kwang Soo..
Lee Kwang Soo mendapat banyak pujian untuk perannya disini sebagai penderita Tourette Syndrome. Sebenarnya tidak terlalu banyak berharap dari aktingnya, karena karakter dia di Running man telah banyak memenuhi otak saya. Dia memang selalu jadi cameo. Tapi berbeda dengan aktingnya di City Hunter atau Nice Guy, saya melihat peran dewasa di drama Its Okay thats love ini. Dia bermain lebih bagus daripada harapan saya diawal. Well, Good job lah ya. Selain itu ada Sung Do Il yang berperan sebagai Dong Min, senior Hae So sekaligus dokter yang menyembuhkan Jae Yeol.

Ada D.O EXO,

Karena saya lebih menyukai drama daripada K-Pop, saya tidak tahu sepak terjang D.O EXO sebelumnya. Tapi dia bermain apik di drama ini. Perannya sebagai Kang Woo anak kelas 2 SMA dibawanya dengan sangat natural. Selain D.O, Chen EXO yang saya juga baru tahu namanya setelah menonton drama ini, mengisi soundtrack berjudul best luck, and i Love your voice boy.









Bagi kalian yang ketika mendengar “drama korea”, lalu terlintas “paling cinta-cintaan lagi, cengeng”. Maka ya, drama ini memang drama yang cengeng. Maka tontonlah drama ini. J

29 September 2014

1 komentar:

  1. dramanya bagus, lumayan. apalagi ada D.O dan kwang soo :)

    BalasHapus